Siomay : Peluang Usaha Kecil Yang Layak Anda Coba

Anda sedang mencari peluang usaha kecil dan masih belum menemukan yang cocok untuk anda coba? Mungkin usaha ini pantas untuk dicoba. Anda pernah makan siomay? Asal usul siomay  datang dari jauh di daratan Cina. Siomay termasuk dalam makanan jenis dim sum. Dalam bahasa Cina disebut Shaomai. Kalau menggunakan bahasa Kanton disebut Siu Maai.

Meski berasal dari Cina. Masakan ini kini sudah diindonesiakan J. Aslinya masakan jenis dim sum  dimakan dengan cuka dan kecap asin. Sedangkan siomay sekarang bukan menggunakan cuka tapi kuahnya diganti dengan kuah bumbu kacang.

baca juga : 15 Peluang Usaha Rumahan Menjanjikan Di Tahun 2018

Kalau anda suka makan pecel, nah seperti itulah bumbu yang dipakai siomay. Ya, orang indoneisa memang pintar dalam mereka-reka kuliner. Nah, bicara tentang siomay, kita akan menelisik lebih jauh tentang analisa usaha jualan siomay. Apakah  menguntungkan atau sangat menguntungkan? :) .

siomay usaha

Karena saya pernah beli siomay kemudian ngobrol sama penjualnya. Dalam waktu 4 jam saja dagangan siomaynya bisa ludes terjual loh! Muali keliling jam 5 sore. Jam 8 malam sudah habis dagangannya. Keren ya!

Sekarang bagaimana analisa usahanya? Mari cermati hitung-hitungan sederhana berikut.

Usaha menjual siomay umumnya menggunakan gerobak atau bronjong seng besar yang ditaruh di sepeda ontel. Peralatan yang dibutuhkan tentu standar alat masak dan makan. Kompor, gas, piring, sendok, garpu, dandang, spatula, dan lain-lainnya.

Peralatan

Biaya

Sepeda onthel Gratis kalau sudah punya. Lebih murah dan lebih fleksibel daripada menggunakan gerobak.
Dandang 100.000-150.000
Spatula 50.000
Sendok, garpu dan piring 200.000
Panci 50.000
TOTAL INVESTASI 400.000-500.000

 

siomay usaha1

Harga jual siomay per porsi berbeda-beda. Mulai dari siomay biasa yang Rp 3000an sampai siomay telur yang minimal Rp 5000. Di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya mungkin harganya bisa jauh lebih mahal. Ini harga rata-rata di Jawa Tengah dan Yogya

Asumsinya per hari bisa menjual  50 porsi seharga Rp 3000an.

Maka omset per hari : 3000×50= Rp 150.000

Per bulan = 150.000×30=Rp 4.500.000

Biaya operasional bila ditekan seminimal mungkin kalau dikerjakan sendiri. Tapi jika anda bertindak sebagai pemilik usaha maka perhitungannya beda lagi.

Omset sebulan itu jika ambil keuntungannya sekitar  25% saja, karena masih harus dikurangi biaya operasional dan lain-lainnya maka masih mendapat :

4.500.000 x 25%= Rp 1.125.000.

Kalau untungnya 30%=

4.500.000x 30%=Rp 1.350.000.

Anda bisa menghitung sendiri keuntungan yang anda dapat tergantung harga jual dan bahan baku yang anda perlukan. Keuntungan segitu lumayan untuk hitungan usaha sampingan yang hanya butuh 4-5 jam kerja. Anda tentu bisa mengkalkulasi sendiri keuntungan yang didapat penjual siomay yang jualnya dari pagi sampai sore. Bagaimana? Anda ingin terjun ke  peluang usaha kecil ini? Salam wirausaha!

Leave a Reply